:: Selamat Datang,,,,

Assalamu'alaikum, Terima Kasih telah Berkunjung

Showing posts with label info kesehatan. Show all posts
Showing posts with label info kesehatan. Show all posts

Friday, November 13, 2009

KUPAS MANGGA

Mangga atau mangifera indica diduga berasal dari benua Asia Selatan & Asia Tenggara, termasuk India Timur, Myanmar, dan Bangladesh, hal ini ditentukan dari wujud fosil yang tampak sejak 25 hingga 30 juta tahun lalu.

Mangga banyak ditemukan di Indonesia, karena tanaman ini sangat cocok tumbuh di daerah tropis. Mangga biasa tumbuh di daerah dataran rendah, namun ada juga yang bisa tumbuh di daerah dataran tinggi hingga 600 m dpl. Varietas Mangga di dunia diperkirakan ada sekitar 2.000 jenis.

Dari berbagai jenis Mangga, dibalik kesegaran dan rasanya yang manis, ternyata mangga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan , karena mengandung zat–zat yg sangat berguna bagi tubuh, diantaranya menjadi sumber serat, sumber vitamin C dan E, anti oksidan dan berbagai mineral.

Mangga mengandung zat karotenoid atau beta crytoxanthin, yaitu bahan penumpas kanker.

Satu buah mangga mengandung tujuh gram serat yang dapat membantu sistem pencernaan. Sebagian besar serat larut dalam air dan dapat menjaga kolesterol agar tetap normal.

Mangga memiliki sifat kimia dan efek farmakologis tertentu, yaitu bersifat pengelat (astringent), peluruh urine, penyegar, penambah napsu makan, pencahar ringan, peluruh dahak dan antioksidan.

Kandungan asam galat pada mangga sangat baik untuk saluran pencernaan. Sedangkan kandungan riboflavinnya sangat baik untuk kesehatan mata, mulut, dan tenggorokan.
Mangga pun berkhasiat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya radang kulit, influenza, asma, gangguan penglihatan, gusi berdarah, radang tenggorokan, radang saluran napas, sesak napas dan borok. Selain itu juga bisa mengatasi bisul, kudis, eksim, perut mulas, diare, mabuk perjalanan, cacingan, kurang nafsu makan, keputihan, gangguan menstruasi, hernia dan rematik.

Contoh pemanfaatan mangga untuk mengatasi penyakit antara lain:

Meringankan Influensa : 200 gram daging buah mangga ditambah 10 gram jahe, dan dua batang daun bawang putih. Bahan-bahan ini direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc. Kemudian airnya disaring dan diminum selagi masih hangat.

Radang Kulit : 150 gram kulit buah mangga dimasak dengan air secukupnya hingga mendidih. Dalam kondisi hangat, air rebusan ini dipakai untuk mencuci bagian kulit yang mengalami sakit atau peradangan. Ramuan ini juga bisa digunakan untuk mengatasi eksim.

Mabuk Perjalanan : mangga yang sebelumnya dikeringkan lalu direbus dengan air secukupnya. Setelah hangat, tambahkan madu secukupnya dan 10 cc air jeruk nipis lalu diaduk hingga rata. Selanjutnya ramuan ini diminum selagi hangat.

dari berbagai sumber

Friday, May 30, 2008

Ada apa dengan Aromaterapi


Pasti banyak di antara kita yang menganggap aromaterapi sebagai salah satu cara meningkatkan semangat dan memberi manfaat bagi kesehatan. Para produsen produk yang terbuat dari minyak esensial ataupun campuran dari berbagai jenis tanaman ini mampu meningkatkan sistem kekebalan, mengurangi rasa sakit dan stres, memperkuat kesehatan mental, emosional, fisik, dan spiritual.

Namun, pendapat itu dinilai oleh para peneliti peneliti di Ohio State University sebagai strategi pemasaran produk belaka. Mereka meneliti beberapa sampel produk aromaterapi, dengan meminta 56 orang relawan yang berusia muda dan sehat. Para relawan itu kemudian diminta menghirup aromaterapi dari minyak lemon, lavender, dan air murni, selama periode empat jam, dengan aroma yang berbeda setiap harinya, selama tiga hari.

Sebagian dari para relawan diberitahu aromaterapi jenis apa yang akan mereka hirup, dan efek yang akan mereka rasakan setelah menjalani proses terapi. Sementara sebagian yang lain tidak diberikan informasi apa pun.

Secara mengejutkan, aromaterapi beraroma lemon benar-benar dapat meningkatkan mood. Namun, berdasarkan berbagai uji laboratorium, tidak ada pengaruh fisik apa pun setelah menghirup kedua jenis aromaterapi itu.

Pemeriksaan fisik meliputi efek aromaterapi terhadap detak jantung dan tekanan darah, sensasi rasa sakit dan respons tubuh saat kaki dicelupkan ke dalam air dingin, dan respons kulit seberapa cepat ia kembali setelah lapisan plester yang ditempelkan pada kulit dilepaskan secara tiba-tiba.

Para peneliti juga menggunakan kuesioner untuk mengetahui mood dan respons emosional para relawan. Sementara itu, tes darah dilakukan untuk mengetahui respons ketahanan tubuh dan menghitung kadar kortisol, epinephrine, dan norepinephrine, tiga hormon yang sangat berperan dalam respons tubuh terhadap berbagai rangsangan.

Meski banyak aromaterapis menyebut aroma lemon dan lavender mampu meningkatkan sistem kekebalan, hasil penelitian ini justru menunjukkan bahwa air murni lah yang lebih efektif dibandingkan jenis aroma apa pun. Hasilnya sama, baik hasil terapi kepada relawan yang mengetahui fungsi dan aroma yang digunakan sebagai terapi, maupun mereka yang 'buta'.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology edisi April menyatakan, "ini merupakan penelitian paling lengkap mengenai aromaterapi."

Selain mengadakan penelitian langsung terhadap 56 relawan, para peneliti juga telah mencari berbagai keterangan mengenai aromaterapi di situs National Center for Complementary & Alternative Medicine (NCCAM). Situs itu hanya menyebutkan sedikit sekali keterangan mnegenai khasiat lavender, bahkan sama sekali tidak menyebut tentang aroma lemon.

(Yahoo/dila)